#Wawasan

Cara Konversi Dari Passive Screen Scroller Menjadi Customer Melalui Video

Saat ini video telah menjadi strategi pemasaran yang paling diperhatikan sebab sebagian besar Customer telah beralih mengonsumsi media online. Media ini menyita perhatian Customer karena lebih menarik, mudah dicerna, dan dinamis.

Dari segi produksi, pembuatan video belakangan telah dialihkan prosesnya. Konten video berkualitas kini jarang dibuat secara internal karena membutuhkan investasi yang besar dalam hal talenta dan tim produksi.

Sayangnya, investasi waktu, energi, dan biaya ke dalam satu video yang diproduksi dengan matang tidak akan berguna jika brand tidak menyesuaikan dengan kebutuhan platform dan audiens yang ada. Ketika channel digital dan sosial bermunculan, brand-brand telah mendapati bahwa ada perbedaan dari setiap konten video untuk setiap channel, sehingga mereka perlu merancang sedemikian rupa video tersebut.

Siapa sangka bahwa konten video yang disajikan di intenet mampu mengkonversi Passive Screen Scroller menjadi Customer? Untuk tahu lebih lanjut mengenai hal tersebut, simak ulasannya berikut ini!

 

Gambaran Umum Passive Screen Scroller

Satu hal yang perlu dipahami saat ini adalah tidak ada format video dengan ukuran pasti yang bisa diimplementasikan ke semua channel atau platform digital. Tingkat kesuksesan setiap video pun bakal berbeda-beda.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa setiap brand memerlukan variasi dari setiap aset yang sesuai dengan format masing-masing platform. Hal ini pun menekankan perlunya pendekatan yang tepat di seluruh strategi konten marketing.

Pendekatan yang mengutamakan sistem digital menandakan bahwa tim kreatif brand akan dipersiapkan untuk membuat variasi video ini sejak awal, sehingga mereka tidak terlalu fokus pada energi dan sumber daya untuk menciptakan sebuah aset video yang sempurna.

Untuk memastikan relevansi di beragam video yang ada, setiap brand sebaiknya memperhatikan Performance Metric atau pengukuran yang menggambarkan efektivitas brand dalam mencapai tujuannya dan bersedia untuk membuat penyesuaian pada setiap konten mereka.

Sebagai kunci, fleksibilitas adalah hal yang utama di mana kemampuan menganalisa cara kerja video secara real-time menjadi hal penting untuk mengubah strategi konten marketing dengan cepat jika diperlukan.

Untungnya, teknologi marketing sejalan dengan kebutuhan untuk menyesuaikan dan mengukur konten video untuk berbagai platform. Dengan menggunakan alat pembuatan konten video yang intuitif, setiap brand dapat membangun tim produksi internal dengan percaya diri.

Mereka juga perlu dibekali dengan teknologi yang tepat agar mereka dapat tetap gesit menghadapi lanskap digital yang terus berubah, membuat konten video yang efektif, dan menyesuaikannya jika perlu agar sesuai dengan audiens serta platform yang ditargetkan.

 

Cara Konversi dan Menarik Perhatian Audiens

Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh brand adalah bagaimana cara konten video yang dibuat mampu mendapatkan perhatian audiens, sehingga bisa mengkonversinya menjadi Customer? Bagaimana pula cara agar video yang dihasilkan tidak tenggelam di lautan konten?

Hanya ada satu jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini, yaitu storytelling.

Storytelling pada dasarnya inti dari sebuah iklan yang baik di mana cerita tersebut harus dibuat sejelas dan seringkas mungkin agar sukses di platform digital. Untuk memikat Passive Screen Scroller, hook atau pengikat cerita di awal harus dibuat semenarik mungkin.

Meski video sudah dibuat sebagus mungkin, tapi jika audiens yang ditarget tidak menghiraukannya, maka video tersebut bisa dikatakan sia-sia.
Konten video yang dibuat untuk sebuah platform digital harus pendek dan mampu menyampaikan inti cerita secara langsung demi menghindari kehilangan perhatian audiens. Dibutuhkan pula strategi video yang fleksibel, efisien, dapat diukur, namun tidak membatasi proses pembuatan video secara kreatif.

Dengan cara ini, mereka juga dapat langsung menyerap pesan secara cepat, sehingga bukan tidak mungkin video yang dibuat mampu mengkonversi mereka menjadi Customer.